Indeks prestasi rata-rata tapi bisa meraih beasiswa ke luar negeri, bukan mustahil !

Perhatikan bahwa tips dan trik berikut ini lebih berkonsentrasi pada ilmu eksakta. Ilmu sosial dan humaniora akan dibahas sekilas.

Tulisan ini adalah pengalaman pribadi yang tergantung oleh faktor kesiapan administrasi, strategi, relasi, kemantapan mental, pengetahuan/keahlian, dan keberuntungan.

Belajarlah yang tekun dan berprestasilah saat di bangku kuliah (apapun bidang kajianmu), karena kita tidak mungkin memiliki kesempatan yang sama untuk kedua kali. Celakanya, aku dulu tidak memiliki semangat seperti itu, prestasi kuliahku hanya rata-rata (ukuran indeks prestasi), dan bahkan kutempuh perkuliahan selama hampir 6 tahun (akibat terlalu sering mengulang mata kuliah dan anjangsana ke fakultas sastra).

Tapi………………….Inilah kunci yang pertama demi meraih cita-cita belajar dan menikmati kehidupan di luar negeri, yaitu jangan pernah padamkan semangat belajar ke luar negeri !

Tips dan trik berikut ini perlu dipertimbangkan demi mendapatkan beasiswa (dengan indeks prestasi rata-rata) melalui cara inkonvensional dan jalur informal.

Syarat administrasi

1. Bahasa Inggris! Sebelum lulus atau tidak lama setelah lulus, persiapkan diri untuk mengambil test internasional bahasa Inggris (TOEFL atau ILTS) dan raih nilai setinggi-tingginya.

2. Persiapkan dokumen-dokumen dalam bahasa Inggris, sehingga siap digunakan kapan saja.

Strategi (kata kunci: gigih)

1. Dengan pertimbangan indeks prestasi yang hanya rata-rata, maka pilihan kita tidak banyak, tapi dengan pilihan yang tepat, maka peluang kita lebih besar. Perlu diperhatikan bahwa di masa kini, peluang mendapatkan beasiswa untuk tingkat S2 semakin sedikit dan diantara beberapa negara yang masih menyediakan ruang untuk S2 contohnya Korea Selatan, Taiwan, India, China, dan Malaysia. Tanpa mengabaikan kualitas yang mereka miliki, negara tujuan tersebut bisa dikatakan belum menerapkan seleksi yang ketat sehingga ada harapan relatif mudah ditembus.

2. Mulailah berselancar dengan mencari informasi kampus-kampus yang memiliki program studi serta grup riset yang sesuai dengan minat kita. Tidak perlu risau apakah kampus tersebut menyediakan beasiswa atau tidak, kirimkan email kepada professor yang mengepalai grup riset tersebut dan utarakan niat kita untuk bergabung di grup tersebut dengan dukungan beasiswa. Carilah grup riset sebanyak-banyaknya dan kirimkan email sebanyak-banyaknya!! (pengalamanku, dari 30 email yang dikirim, 5 hingga 7 email balasan mengindikasikan sesuatu yang positif dan potensial).

3. Jika masih belum percaya diri dengan keahlian dan pengetahuan kita tapi kita memiliki cukup dana, maka mulailah S2 di Indonesia. Ada beberapa keuntungan jika kita telah memiliki gelar S2, pertama kita bisa mengatrol performa dan daya jual kita, kedua peluang S3 di luar negeri lebih banyak, bahkan kita bisa mulai memperhitungkan untuk menembus daratan Amerika, Jepang, maupun Eropa dan Australia.

Relasi

1. Binalah hubungan komunikasi yang baik dengan dosen-dosen dan pilih satu atau dua dosen yang bisa kamu andalkan dalam memberikan rekomendasi bilamana diperlukan kelak (pengalamanku, rekomendasi dosen menjadi salah satu bahan pertimbangan utama ketika professor hendak menyeleksi calon mahasiswa).

2. Binalah kontak dengan teman-teman yang telah berhasil menembus beasiswa ke luar negeri, karena suatu saat informasi berguna (bahkan rekomendasi) bisa kita dapatkan dari mereka. Aku sendiri telah berhasil membantu beberapa mahasiswa Indonesia masuk ke Korea dengan memberikan rekomendasi kepada professor-professor yang aku kenal.

Kemantapan mental

1. Jangan sekali-sekali menghitung untung rugi materi ketika kita sedang dalam tahap pencarian. Besaran nominal beasiswa memang penting tapi yang lebih penting adalah peluang mendapatkan pengetahuan dan keahlian lebih tinggi. Ingat, kita dalam kondisi tidak banyak pilihan karena prestasi kita yang tidak membanggakan!

Pengetahuan dan Keahlian tambahan

1. Cobalah gali pengetahuan secara mandiri, ikutlah training, magang, jadilah asisten lab, dan aktiflah di kegiatan akademis kampus misalnya dalam kepanitiaan seminar, menjadi penulis di buletin kampus atau di situs-situs kekhususan bidang ilmu (misal, http://www.chem-is-try.org, http://www.sains.net dan lain-lain). Semua itu akan menjadi pernak-pernik nilai tambah yang penting.

2. Jika kita mau bersabar, cobalah bekerja di industri atau lab komersial selama satu tahun dan galilah keahlian selama bekerja. Keahlian dari lingkungan industri adalah nilai tambah yang tiada tara harganya. Pengalamanku, aku sempat bekerja dua tahun di beberapa perusahaan dan bahkan menejerku dengan senang hati memberikan surat rekomendasi untuk mendapatkan beasiswa.

Keberuntungan

Tiada kata lain, keberuntungan adalah keberuntungan, luck!, bisa datang, bisa tidak, bisa terlambat datang atau bahkan tidak datang sama sekali. Ingat, kompetisi yang terjadi bisa saja sangat ketat dan kita lagi-lagi tidak memiliki banyak pilihan.

Untuk peminatan ilmu sosial dan humaniora, yang perlu ditekankan adalah pentingnya komunikasi dengan dosen-dosen, keahlian, pengalaman kerja dan luasnya jejaring (misalnya aktif bekerja di lingkungan organisasi nirlaba atau mass media).

Jika telah mendapatkan beasiswa dan kuliah di luar negeri, hal berikut ini perlu senantiasa diingat, jadilah seseorang yang aktif dan kreatif !!! (this is more useful than merely numbers written on your transcript).

Selamat berusaha, semoga sukses !

Tautan ekstra
Tips berburu beasiswa 1
Tips berburu beasiswa 2

Jika mata ingin bicara

2 comments on “Indeks prestasi rata-rata tapi bisa meraih beasiswa ke luar negeri, bukan mustahil !

  1. W@ti says:

    It’s so surprising menemukan bhw keberhasilan Jelli menempuh study s/d S3 bukan berawal dari kejeniusan! Thanks for the inspiring note, semoga berguna untuk keponakan2 gw di masa yad..:-)
    Kalo gw blh berbagi sdikit, sangat sangatlah tepat bahwa cita2, persiapan/planning, kegigihan, relasi, dan blessing/hoki lah yg membawa gw S2 di States tanpa biaya ortu. Jangan pernah menyerah dgn impian2 kita, terus berjuang dan berjuang..

  2. tya says:

    salam kenal,,gw masih mahasiswa d3 punya cita2 yang sma..mkasih tulisnnya bqn gw semangat lagiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s