Menjawab pertanyaan tentang BLUE ENERGY

Ramai sekali komentar di http://www.detik.com, semenjak ada berita penemu blue energy, pak joko dikabarkan menghilang tapi ternyata dia baik-baik saja.

Saya sempat memberikan komentar juga di forum detik dan menantang atau mengundang teman-teman untuk mendapatkan informasi lebih jelas tentang apa itu blue energy dan dimana letak kesalahan persepsi maupun sumber polemik.

berikut ini saya tampilkan (apa adanya), jawaban saya terhadap pertanyaan beberapa teman yang menerima undangan saya di forum detik.

———————————————————

Hallo mas yonatan,

senang sekali ada yang menanggapi komentar saya di detik dot com. mengapa saya demikian ngotot dalam memberikan komentar, dikarenakan saya gemas membaca komentar tidak bermutu dari teman2 kita yang tidak berpijak pada pengetahuan yang benar dan ilmiah tentang penciptaan energi dan bahan bakar.

perlu diingat bahwa proses menciptakan dan menemukan bahan bakar itu diperoleh dari tradisi panjang riset ilmiah yang dilakukan oleh ribuan penelitian dan hasilnya di laporkan dalam makalah ilmiah sehingga setiap orang bisa menguji kesahihan dan keabsahan teknologi maupun pengetahuan yang menjadi pijakan penemuan bahan bakar tersebut.

saya sendiri adalah mahasiswa pasca sarjana di korea dalam bidang kimia dan pernah terlibat dalam proyek mensintesis bahan bakar sintetis bernama dimethyl ether. mirip2 dengan ethanol, dimethyl ether ini senyawa yang rumus kimianya sederhana (CH3)2O, dan memiliki kalor pembakaran tinggi dan bersih. Dimethyl ether dibuat dari gas alam CO atau CO2 dan gas hidrogen menggunakan katalis logam diproses pada temperatur kisaran 200 oC dan tekanan 50 atmosfer. Dimethyl ether inilah yang disebut sebagai synthetic fuel sesungguhnya dan sudah diterapkan di jepang sebagai pengganti solar sebagai bahan bakar mesin diesel. dimethyl ether juga dapat dipecah kembali menghasilkan gas hidrogen dan CO2 untuk kemudian gas hidrogen tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar mesin berbasis fuel cell (ini cerita lain lagi dan bisa saya sarikan dalam tulisan lain jika anda berminat).

Apa yang dilakukan dan diciptakan pak joko itu sekaligus kesalahan media massa dalam memberikan laporan akan saya kritisi sebagai berikut:

Pak joko mengklaim telah membuat blue energy (salah kaprah di laporkan oleh media massa yang wartawannya tidak punya latar belakang keilmuan kimia sebagai bahan bakar berbasis AIR, H2O). Jika pak joko ditanya, apa konsep blue energy, dia senantiasa hanya menjawab, rahasia atau sedikit mengupas dengan menyebutkan bahwa proses ini melalui reaksi thermal dan katalisa menggabungkan gas hidrogen dan senyawa karbon menjadi suatu bahan bakar sintetis yang bersih jika dibakar, low emission dan murah.

Dalam pemahaman dan hasil penelusuran saya ada dua kemungkinan teknologi yang dipakai oleh pak joko.

pertama adalah “microemulsion fuel” Sekarang silahkan lihat sebuah paten amerika yang didaftarkan tahun 1986 (ingat semenjak tahun 80-an teknologi ini sudah dikenal dan memang sudah kuno seperti diungkapkan oleh BPPT). saya berikan linknya:

http://www.google.com/patents?id=uEs1AAAAEBAJ&dq=%22microemulsion%22+%22fuel%22

atau jika anda cukup antusias, silahkan pelajari juga dari google dengan kombinasi kata kunci “patent” “microemulsion” “fuel“, akan ada ratusan informasi terkait.

demikian juga jika anda mencari di http://www.youtube.com dengan kata kunci “paul pantone” anda akan menemukan puluhan video menampilkan trik trik mencampur air dan minyak menjadi bahan bakar yang efisien dan bersih.

tadi saya sebutkan microemulsion fuel, itu sebenarnya adalah semacam OPLOSAN atau campuran minyak, misalnya solar dengan air dan dengan bumbu2 misalnya surfaktan yang ketika memasuki internal engine akan terbentuk menjadi kabut ukuran mikro yang memiliki konsentrasi hidrogen tinggi (berasal dari kontribusi air) sehingga ketika terbakar akan menghasilkan pembakaran lebih bersih (dalam hal ini istilah blue energy bisa dikatakan tepat yaitu memiliki kandungan emisi beracun (karbon monoksida, maupun partikulat carbon) lebih sedikit akibat pembakaran yang lebih sempurna. Makanya waktu itu pak sby sempat mencium knalpot mobil yang ikut tour keliling jawa bali dan mengatakan bahwa gas buangnya tidak sebau atau sekotor mobil yang menggunakan BBM biasa.

teknologi kedua yang mungkin dipakai oleh pak joko adalah sintesis bahan bakar dari hasil reaksi minyak tidak jenuh dengan gas hidrogen (disebut sebagai reaksi hidrogenasi). apa itu minyak tidak jenuh, itu adalah minyak yang memiliki ikatan karbon ganda sehingga dia masih bisa ditambahkan atom lain misalnya hidrogen sehingga menghasilkan rantai karbon jenuh (ikatan tunggal) yang memiliki kandungan hidrogen lebih banyak. lagi2 peranan atom hidrogen dalam pembakaran adalah penting krn atom hidrogen ketika terpisah dari atom carbon (akibat proses pemanasan dalam mesin) akan melepaskan energi yang besar.

Nah jika yang dibuat oleh pak joko adalah teknologi yang kedua, maka dia membutuhkan proses yang tadi saya sebutkan sebagai reaksi HIDROGENASI. bagaimana dia mendapatkan atom2 hidrogen untuk ditambahkan pada molekul minyak tidak jenuh ?? yaitu melalui proses elektrolisa air. mas yonatan sudah tahu bahwa air bisa dipecah menjadi gas O2 dan H2, nah gas H2 hasil elektrolisa tadi direaksikan dengan minyak tak jenuh.

tapi……….proses ini menjadi tidak ekonomis karena……….(sebagaimana BPPT menyebutkan), dibutuhkan energi listrik untuk memecahkan molekul air (elektrolisa). elektrolisa air bila cuman segelas sih tentu mudah dan murah, tapi sekarang cita2nya ingin membangun pabrik yang kapasitasnya 8 liter per detik, bayangkan berapa galon air harus dielektrolisa dan berapa energi listrik yang akan digunakan. Jika sekarang tujuannya ingin menciptakan bahan bakar, tapi ternyata dalam prosesnya itu malah mengkonsumsi energi lebih banyak, maka proses itu dikatakan tidak ekonomis!!! (maka dari itu BPPT bertanya, apa iya pak joko sudah berhasil membuat gas hidrogen dengan proses yang jauh lebih murah ??)

Secara ilmu kimia, apa yang dilakukan pak joko tidak menyalahi kaidah alam dan semua bisa dijabarkan dengan prinsip2 ilmu kimia. tapi…………yang saya kritisi dan sesali adalah, ketidakpekaan pak sby dalam menanggapi penemuan pak joko, pak sby tidak mengkonsultasikan dengan pihak yang kompeten dalam bidang ini yaitu LIPI atau BPPT atau lembaga riset universitas. sedangkan pak joko sendiri (dengan alasan bahwa teknologi dia perlu dilindungi dan dijaga kerahasiaannya) telah membohongi publik dengan mengatakan bahwa dia bisa MAMPU memproduksi bahan bakar dengan harga murah (3000 per liter).

sekarang mas yonatan bisa merenungkan dan mengkaji, apa yang salah dari awal kemunculan “blue energy”, dan apa kesalahan mass media dalam menyampaikan berita sehingga menimbulkan polemik. ditambah lagi masyarakat awam hanya tahu bahwa pak joko menciptakan bahan bakar dari AIR (missinformation and missleading), padahal kenyataannya bukan.

ada satu lagi pengetahuan yang bisa saya sharingkan, di lembaga riset tempat saya belajar, ada penelitian yang disebut “water splitting” ini adalah proses elektrolisa air untuk menghasilkan gas H2 dan O2 tapi menggunakan sell surya, jadi energi yang digunakan untuk memecah air bukan dari energi listrik PLN tapi dari energi listrik matahari (sayangnya efisiensinya masih kisaran dibawah 10 %), nah bila pak joko bisa menciptakan teknologi ini, barulah saya mengamini bahwa “blue energy” adalah sungguh2 bahan bakar murah.

ok, sekarang tugas dari mas yonatan adalah membagi pengetahuan yang sudah saya sharingkan ini kepada banyak orang, supaya kita bisa membentuk banyak titik-titik kesadaran agar nantinya masyarakat sekitar kita tidak mudah lagi dibohongi atau disesatkan dengan ulah orang2 yang ingin mendapatkan ketenaran atau keuntungan sesaat.

silahkan diforward ke teman2 terdekat atau jika anda masih ingin berdiskusi tentang energy dan bahan bakar saya akan senang memberikan tanggapan dan membagi pengetahuan. terima kasih.

salam sejahtera,

jelliarko palgunadi

Kyung Hee university

Green Chemistry Lab, Dept. of Chemistry

1-Hoegidong, Dongdaemungu, seoul 130-701

email: jelli_jello@yahoo.com

personal web: http://www.inigo.tk

———————————————-

3 comments on “Menjawab pertanyaan tentang BLUE ENERGY

  1. Super Beton says:


    Singkat, padat, jelas .. serta precise !!! Terpanggil juga kangmas untuk mengomentari hal ini ..😛 Salut dech ..

    a@torino

  2. Surya says:

    Energi tidak bisa dibikin, semua berasal dari energi matahari karena reaksi inti.
    Hidrogen harus dibuat dengan mencopotnya dari senyawanya, dan dibutuhkan energi, sedangkan hasil reaksinya dengan Oksigen akan menghasilkan energi yang sama saja, jadi hidogen itu cuma akal orang memindahkan energi stationer supaya bisa mobile.

  3. Bowo says:

    Numpang tanya dong, saya baca di http://www.detik.com tgl 28 mei 2008 ttg energi alternatif. Reaksi dari KOH + H2O menghasilkan hidrogen yg kemudian dimasukkan ke karburator motor akan menjadikan motor hemat BBM. Apakah itu benar? Kl itu benar, bagaimana membuat reaktor yg baik utk reaksi itu? Terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s