Schlenk manifold, perangkat lab yang penting

schlenk.jpg Mahasiswa kimia yang beruntung belajar di luar negeri pasti mengenal alat ini, mereka mungkin menggunakan schlenk manifold sepanjang waktu penelitian mereka.

Apa sih kegunaan alat ini? Dalam proses sintesa senyawa kimia seringkali dibutuhkan keadaan bebas kelembaban, bebas oksigen atau dikatakan keadaan atmosfer inert. Demikian pula, seringkali bahan kimia yang kita gunakan dan akan kita buat tidak boleh kontak dengan udara luar. Schlenk manifold merupakan suatu alat yang bisa digunakan untuk menciptakan keaadan atmosfer inert tadi.

Alat Schlenk bisa dibuat dari bahan gelas yang tahan tekanan maksimum 1 atmosfer atau terbuat dari logam misalnya stainless steel atau bisa juga dibuat dari bahan plastik teflon. Intinya, material tersebut harus sanggup menahan tekanan udara, tahan terhadap senyawa korosif dan mudah dibersihkan.

ada 2 macam desain alat schlenk, single manifold atau double manifold. Tujuannya sama namun double manifold memiliki keunggulan fungsi. Pada double manifold, satu manifold digunakan untuk memberikan keadaan vakum sedangkan manifold lainnya sebagai penyedia gas inert. Sebagai pengatur katup (stopcock) dikenal dua jenis, grease-free stocock terbuat dari bahan plastik teflon dan grease stopcock terbuat dari gelas. stopcock dari bahan plastik memiliki keunggulan karena bahannya fleksible, tidak pecah, mudah dibersihkan karena bebas pelumas (grease),

double_manifold_teflon.jpgdouble_manifold_glass.jpgdouble_trap.jpgjoint_1.jpgDi pangkal schlenk manifold dihubungkan dengan gas-volatile trapper sementara di ujungnya dihubungkan dengan sebuah gas bubbler (bisa berupa minyak silikon atau merkuri).

dewar.jpgvacuum_pump.jpgPada gas-volatile trap dihubungkan dengan pompa vakum. Setiap menggunakan Schlenk manifold, trap tadi selalu didinginkan dengan nitrogen cair yang ditampung dalam dewar (bejana menyerupai thermos yang tahan temperatur tinggi maupun rendah) agar segala macam senyawa volatil atau gas terperangkap dan membeku pada trap.

hal maha penting yang harus diperhatikan ketika menggunakan Schlenk manifold adalah menjaga agar nitrogen cair tetap terisi penuh di dalam dewar. Tujuannya agar tidak ada zat volatil yang tersedot masuk ke dalam pompa vakum dan bereaksi dengan pelumas pompa. Demikian pula, ketika selesai bekerja, salah satu katup pada Schlenk manifold harus dibuka agar tekanan menjadi sama dengan tekanan udara luar. Pada suhu nitrogen cair (-196 derajat Celcius), gas-gas seperti argon (b.p. -186 C) atau oksigen (b.p. -183 C) akan terperangkap dan terkondensasi di dalam trap. Jika manifold dibiarkan tertutup setelah usai digunakan dan nitrogen cair diangkat dari trap, maka gas yang terkondensasi tadi bisa mengembang dan mendesak manifold atau trap. Akibatnya sudah bisa dibayangkan, akan terjadi ledakan sekaligus menghancurkan manifold berkeping-keping. Selain itu, gas oksigen yang terkondensasi sangatlah reaktif dan mudah meledak akibat kontak dengan udara luar.

Foto berikut ini memperlihatkan dampak dari gas yang terperangkap dalam trap dan mengembang mengakibatkan trap jebol. Kejadian ini disebabkan karena terlambat membuka katup untuk membebaskan yang gas terkondensasi. Bayangkan jika kita tanpa pengaman berada di dekat ledakan trap tersebut, bisa-bisa pecahan gelas berserakan di wajah kita yang manis.
trap_pecah.jpg

One comment on “Schlenk manifold, perangkat lab yang penting

  1. rendy says:

    disini ada ga ya yg jual/nyewain dewar utk ln2?

    punya infonya ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s