Archive | Tips RSS feed for this section

Secuil seni pada penulisan artikel ilmiah

14 Nov

Sebagai lanjutan berbagi pengalaman menulis artikel ilmiah di jurnal internasional, saya tuliskan kembali kiat-kiat ringan. Penulisan artikel ilmiah terutama untuk bidang ilmu eksakta kimia, fisika, biologi, dan keteknikan di jurnal-jurnal internasional masa kini seringkali menuntut seorang ilmuwan untuk juga memiliki perasaan seni alias “sense of art“. Sentuhan seni tidak saja dalam soal menampilkan data ilmiah berupa grafik atau spektra melainkan juga dalam abstrak bergambar yang disebut “graphical abstract“.

Graphical abstract selain memiliki fungsi sebagai ilustrasi untuk sebuah artikel juga berperan penting dalam memberikan efek daya pikat sebuah judul. Graphical abstract yang cantik akan bekerja secara sinergi dengan judul artikel sehingga mengundang rasa ingin tahu sidang pembaca.

Walaupun penulis tidak dituntut untuk menggambar indah dan rumit, tapi selayaknya sebuah graphical abstract tetap dibuat dengan rasa seni serta memiliki kaitan langsung dengan tema besar artikel kita. Penulis yang mungkin kurang memperhatikan aspek ini dengan alasan malas atau memang tidak berbakat mungkin akan sekedar menampilkan ulang sebuah diagram atau grafik yang terdapat didalam artikelnya. Tentu saja hal ini diperbolehkan. Namun, jika mau sedikit berusaha, tentu dampaknya bakal lebih besar. Mari kita lihat perbandingannya pada dua judul artikel dibawah ini:

Graphical abstract dari jurnal Catalysis Today volume 175 tahun 2011.

Graphical abstract dari jurnal Catalysis Today volume 175 tahun 2011.

Tentu kita sepakat jika graphical abstract yang kedua jauh lebih memikat ketimbang yang pertama. Seseorang yang menguasai, misalnya pemodelan molekul akan mudah saja menampilkan aneka gambar molekul warna-warni yang cantik. Demikian juga bagi seseorang yang gemar bereksperimen dengan program manipulasi grafis semacam Photoshop tentu tidak terlalu mengalami kesulitan. Seringkali penulis menggabungkan foto-foto analisis mikroskopik semacam SEM (Scanning Electron Microscopy), atau foto alat dan hasil percobaannya, atau gambar spektroskopi dibubuhi dengan sedikit ilustrasi kartun. Tapi bagi siapapun yang tidak menguasai pemodelan atau Photoshop, ada cara sederhana untuk memanipulasi foto dan menggambar graphical abstract yang lumayan yaitu menggunakan program Microsoft Powerpoint dan GIMP (sebuah openware yang memiliki kemampuan dasar serupa Photoshop).

Beberapa graphical abstract yang pernah saya buat hanyalah mengandalkan kedua program tersebut. Tapi saya sempat terkejut mendapati bahwa graphical abstract milik saya pernah ditampilkan secara khusus untuk tujuan promosi dalam halaman internet Journal of Physical Chemistry kepunyaan American Chemical Society. Saat itu saya ingin mengungkapkan adanya sebuah korelasi linear antara kelarutan gas dengan aneka jenis molekul pelarut (J. Phys. Chem. B 115 (2011) 1067–1074). Maka saya menyatakannya dengan gambar balon yang ukurannya semakin besar seiring dengan meningkatnya kelarutan gas dalam berbagai jenis pelarut. Menurut saya ide kuncinya adalah kecerdikan kita menggabungkan imajinasi kartun dengan percobaan kita sehingga pesan yang disampaikan bakal mudah diterima dan menarik hati sidang pembaca. Nah, Silahkan mencoba.

Contoh lain graphical abstract yang saya buat hanya dengan mengandalkan Microsoft powerpoint (gambar molekul disediakan oleh professor saya).

Bila mata inginnya bicara

Sukses menulis artikel untuk jurnal ilmiah internasional

2 Nov

Dalam komunitas akademi dan penelitian, sebuah kerja bakal memiliki nilai ilmiah dan bermanfaat untuk dikembangkan jika bisa dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional.  Disamping itu, publikasi ilmiah merupakan bukti tanggung jawab profesi sebagai ilmuwan maupun akademisi. Kenyataannya, tidak semua hasil penelitian mendapat peluang ditayangkan dalam jurnal ilmiah internasional. Banyak hasil penelitian di Indonesia hanya berakhir sebagai buku skripsi atau thesis maupun lembar prosiding yang tidak melalui proses penjurian ketat. Padahal, jumlah publikasi internasional merupakan ukuran atau indeks kemajuan dan kematangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu negara.

Untuk bisa menembus publikasi internasional rangking atas, dibutuhkan bukan sekedar ribuan data dan kecakapan menulis tapi juga kiat tertentu karena jurnal-jurnal papan atas memiliki tahap penjurian yang ketat. Sebenarnya aspek penting apa saja diluar isi naskah yang perlu diperhatikan demi suksesnya publikasi internasional sebuah artikel ilmiah? (more…)

Paguyuban umat Katolik di Seoul Korea Selatan

11 Jul

Selama ini seringkali saya mendapat cerita bahwa umat Katolik Indonesia yang mengunjungi Korea Selatan (Korsel) khususnya Seoul atau Busan (kota nomor 2 terbesar) berharap menemukan sebuah komunitas umat Katolik Indonesia. Bahkan ada yang sudah lama menetap di Seoul tidak mengetahui bahwa paguyuban itu ternyata ada dan sangat-sangat hidup. Bersyukurlah karena kongregasi SVD (Divine Word Missionaries) berkarya di Korsel. Dari beberapa misionaris SVD asal Indonesia, umat Katolik Indonesia di Kota Seoul dan sekitarnya (serta Busan) mendapat pelayanan misa ekaristi secara rutin dalam bahasa Indonesia dan mendapat pendampingan rohani.

(more…)

Tamasya ke Bandara Incheon, mengapa tidak?

25 Jun

Pada musim dingin membeku atau musim panas menyengat di Seoul, tidak banyak pilihan tujuan wisata yang bisa dinikmati tanpa mengalami penderitaan. Mungkin wisata belanja ke mal hanyalah sedikit tawaran dan bisa saja menjemukan. Untunglah Seoul memiliki bandar udara mega konstruksi dilengkapi fasilitas lengkap layaknya sebuah kota mandiri. Bandara internasional Incheon yang terletak di sebuah pulau berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari pusat kota mungkin bisa menjadi pilihan jitu menikmati akhir pekan.

(more…)

Mengapa pengajaran sains di universitas kita hanya mencetak sedikit ilmuwan. Sebuah saran minor

7 Jul

Ini era internet, ini jamannya banjir informasi, ketiklah sebuah frasa di halaman kanjeng eyangGoogle” dan tekan tombol Enter, maka ribuan jawaban akan tampil dalam beberapa kejap mata saja. Tapi ini jaman kini!

Masa-masa sebelum 1995 bisa dikatakan sebagai masa paceklik informasi bagi pelajar. Peluang untuk mendapatkan pengetahuan (khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi) di luar kelas bisa dibilang amat terbatas jika kita tidak ubek (ulet) mencarinya di perpustakaan kampus (yang sering kali koleksi bukunya sudah kadaluarsa dan terbatas jumlahnya). Tapi tulisan (opini) ini tidak hendak memuja-muji benda intangible (tak kasat mata) yang bernama internet atau tidak bermaksud menyalahkan keadaan yang serba mepet terbatas tadi. Tidak!. Tulisan singkat yang bersumber dari pengalaman subyektif penulis ini bermaksud ingin mengundang pembaca untuk berdiskusi demi pembelajaran yang lebih baik (semoga).

(more…)

Publikasi internasional dengan wacana “Green Chemistry”

6 Jul

Para penggiat kimia hijau (green chemistry), ada baiknya melakukan studi pustaka dari beberapa jurnal ilmiah internasional berikut ini untuk mengikuti perkembangan kecenderungan penelitian dan “state-of-the-art” terkini:

(more…)

Indeks prestasi rata-rata tapi bisa meraih beasiswa ke luar negeri, bukan mustahil !

11 Jun

Perhatikan bahwa tips dan trik berikut ini lebih berkonsentrasi pada ilmu eksakta. Ilmu sosial dan humaniora akan dibahas sekilas.

Tulisan ini adalah pengalaman pribadi yang tergantung oleh faktor kesiapan administrasi, strategi, relasi, kemantapan mental, pengetahuan/keahlian, dan keberuntungan.

(more…)

Pengalaman mengajukan visa kunjungan singkat ke Australia (dari kedutaan di Seoul, Korea)

8 Jun

Lagi-lagi saya mendapat tugas perutusan ke manca negara tidak lama setelah saya baru saja tiba dari Tiongkok. Kali ini saya harus mengikuti konferensi tentang ionik liquid (COIL 3) di Cairns, Queensland, Australia.

Waktu pengajuan visa minimal 1 minggu sebelumnya (5 hari kerja), prosesnya mudah sekali asalkan dokumen yang kita ajukan sangat lengkap (tapi setiap aplikan kemungkinan mendapatkan perlakuan yang berbeda tergantung dari keputusan pihak kedutaan).

Sebagai pelajar yang ingin melakukan kunjungan singkat, kita bisa menggunakan form aplikasi sebagai berikut (form aplikasi), yang tergolong sebagai aplikasi untuk kunjungan singkat berkaitan dengan urusan bisnis atau konferensi.

Setelah melengkapi form aplikasi dan menyiapkan paspor, siapkan juga uang sebesar 93,000 won (nilai nominal bisa berubah sewaktu-waktu), kemudian pergilah ke kantor pos untuk membeli semacam kupon berharga (cek), karena kedutaan Australia di Korea Selatan tidak menerima pembayaran selain menggunakan cara ini.

Dokumen atau benda pelengkap yang harus disiapkan adalah:

1. Sertifikat kemahasiswaan

2. Surat undangan dari panitia penyelenggara konferensi

3. Pernyataan dari supervisor bahwa selama di Australia, segala kebutuhan keuangan akan dipenuhi

4. Bukti pemesanan akomodasi atau alamat tinggal sementara yang jelas (jika menginap di rumah seseorang yang berdomisili tetap di Australia)

5. Bukti pemesanan tiket pesawat pulang-pergi

6. Foto terbaru ukuran paspor 2 lembar

7. Amplop ukuran paspor yang telah ditulis nama dan alamat kita

Masukkan semua dokumen dan cek tadi dalam sebuah amplop besar dan pergilah ke kantor kedutaan Australia (Kyobo Building lantai 13, 1-Jongro 1-ga, Jongro-gu, Gwanghamun subway Station, Seoul). Dokumen aplikasi bisa juga dikirim via pos jika memiliki cadangan waktu pengajuan aplikasi yang mencukupi. Di kantor kedutaan, kita tidak akan menemukan petugas loket yang siaga, tapi kita cukup memasukan paket dokumen kita dalam sebuah kotak pos. Sebelum kita memasukkan dokumen, lengkapi dahulu form dari kantor pos (tersedia di kedutaan) untuk fasilitas pengiriman kembali paspor yang telah mendapatkan persetujuan visa dan sertakan dalam dokumen aplikasi kita.

Pengalaman saya, tidak lebih dari 5 hari visa sudah disetujui. Bahkan saya mengajukan visa tepat seminggu sebelum keberangkatan dan ternyata tidak mengalami masalah !!

Catatan,

1. Kedutaan Australia akan mengirimkan email pemberitahuan bahwa aplikasi kita telah diregistrasi dan akan segera diproses

2. Segala komunikasi dan pertanyaan sebaiknya diajukan via email (karena metode ini paling dianjurkan selain itu petugas sering tidak menjawab telepon)

3. Homepage kedutaan Australia di Seoul

Selamat bertugas !

Jika mata ingin bicara

Mudahnya mengurus visa ke China (dari Korea)

26 May

Sebagai mahasiswa sering kita diutus untuk mengikuti kegiatan ilmiah ke luar negeri. Beberapa waktu lalu saya sempat mengalami tugas perutusan itu. Kebetulan kedudukan saya di Seoul, Rep. of Korea dan ini pertama kalinya saya akan bepergian ke China (untuk selanjutnya disebut RRC), berpartisipasi dalam Kongres internasional tentang gas karbon dioksida (ICCDU X) di Tianjin, RRC, 17-21 Mei 2009.

Kata kunci dalam pengurusan visa ke RRC dari Korea adalah “simple“.

Untuk kunjungan singkat dengan status mahasiswa, dokumen yang perlu kita persiapkan selain paspor adalah:

1. Formulir aplikasi visa (bisa diunduh di website kedutaan RRC)
2. Sertifikat kemahasiswaan
3. Undangan dari pihak penyelenggara kegiatan atau undangan dari sanak saudara
4. Biaya pengurusan visa (bervariasi, lihat di website kedutaan RRC)
5. Bukti booking tiket pesawat

Yang terutama perlu diingat adalah, Kedutaan RRC di Seoul tidak menerima permohonan visa individual, sehingga kita perlu menitipkan ke suatu agen yang bisa membantu mengurus visa tersebut. Dalam kasus saya, agen tempat membeli tiket pesawat bisa sekaligus membantu pengurusan visa (tentu dengan biaya tambahan). Perlu waktu selama-lamanya 3 hari untuk proses persetujuan visa.

Kelengkapan vital lainnya adalah, sebelum meninggalkan Korea, jangan lupa mengurus “Re-Entry Permit” (single atau multiple) supaya bisa masuk kembali ke Korea.

Nah selamat bepergian!

Rekomendasi website:
info kedutaan RRC di Seoul

Jika mata ingin bicara

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,045 other followers