Salah satu kegemaran saya adalah “bludusan” keluar masuk pasar tradisional. Di Korea Selatan (Korsel) dan utamanya di Seoul, pasar tradisional memiliki rupa yang hampir seragam. Mungkin yang membedakan pasar satu dengan yang lain hanyalah luasan area. Kebersihan dan warna warni aneka barang jualan langsung menyergap mata dan mengundang rasa ingin tahu kita. Berikut ini saya abadikan beberapa gambar suasana pasar tidak jauh dari lokasi rumah saya, Jangwi Sijang (pasar Jangwi). (more…)
Tipikal warna warni pasar tradisional di Korea Selatan
23 NovPaguyuban umat Katolik di Seoul Korea Selatan
11 Jul
Selama ini seringkali saya mendapat cerita bahwa umat Katolik Indonesia yang mengunjungi Korea Selatan (Korsel) khususnya Seoul atau Busan (kota nomor 2 terbesar) berharap menemukan sebuah komunitas umat Katolik Indonesia. Bahkan ada yang sudah lama menetap di Seoul tidak mengetahui bahwa paguyuban itu ternyata ada dan sangat-sangat hidup. Bersyukurlah karena kongregasi SVD (Divine Word Missionaries) berkarya di Korsel. Dari beberapa misionaris SVD asal Indonesia, umat Katolik Indonesia di Kota Seoul dan sekitarnya (serta Busan) mendapat pelayanan misa ekaristi secara rutin dalam bahasa Indonesia dan mendapat pendampingan rohani.
Tamasya ke Bandara Incheon, mengapa tidak?
25 JunPada musim dingin membeku atau musim panas menyengat di Seoul, tidak banyak pilihan tujuan wisata yang bisa dinikmati tanpa mengalami penderitaan. Mungkin wisata belanja ke mal hanyalah sedikit tawaran dan bisa saja menjemukan. Untunglah Seoul memiliki bandar udara mega konstruksi dilengkapi fasilitas lengkap layaknya sebuah kota mandiri. Bandara internasional Incheon yang terletak di sebuah pulau berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari pusat kota mungkin bisa menjadi pilihan jitu menikmati akhir pekan.
10 Alasan senang tinggal di Seoul, Korea Selatan
25 JunSemenjak tahun 2003 hingga tahun 2005, saya tinggal di Seoul, ibu kota Korea Selatan. Kemudian, akhir tahun 2006 hingga menjelang akhir 2007, saya sempat singgah di kota Freiburg im Bresgau, Jerman. Di tahun itu pula saya kembali ke Seoul hingga sekarang dan tak pernah menyesal sedikitpun meninggalkan Jerman. Mengapa ??? Dari sekian puluh kesenangan yang bisa saya dapatkan di kota Seoul, saya pilih 10 nominasi saja yang menjadi daya tarik Korsel dan menjadi keutamaan kota Seoul sehingga memikat hati saya untuk kembali.
Kesepuluh daya tarik itu adalah:
Budaya kerja di laboratorium kampus, secuil kasus tentang kisah sukses Korea dalam membangun negeri
20 Jun
“24 hours a day, 7 days a week” begitu mungkin motto etos kerja masyarakat Korea Selatan, sangat dinamis dan terus berproses. Pencapaian prestasi Korea Selatan (Korsel) khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) hingga seperti sekarang merupakan sebuah kombinasi budaya (gaya hidup), ambisi, perencanaan matang, dana dan fasilitas yang dimiliki bangsa Korsel. Salah satu fragmen kecil yang mungkin menjadi salah satu kunci sukses adalah budaya kerja dan riset di kampus-kampus ketehnikan. Walaupun cerita ini bukan khas milik bangsa Korea saja, karena Jepang, china, Taiwan dan Singapore juga barangkali memiliki keserupaan, namun bagaimanapun juga Korsel mampu mencapai kesetaraan dengan mereka dalam waktu yang lebih singkat.