Saya termasuk satu diantara sekian orang yang tidak risau dan nyaris abai dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Loh kok begitu? Untunglah saya termasuk penyuka berat kegiatan bersepeda. Apalagi semenjak kembali ke Indonesia dan relokasi ke wilayah Jawa Timur, hobby tersebut mendapatkan ruang penyaluran yang sempurna.
Sungguhlah tepat bila saya katakan bahwa sepeda adalah kendaraan paling cerdas dan kreatif hasil kreasi manusia. Pikirkan saja, alat mobilitas ini tidak pernah basi sepanjang jaman dan yang utama hanya membutuhkan bahan bakar dari apa yang kita makan dan minum! Wow…..
Dari sekedar kesukaan bersepeda, mulai hari Jumat tanggal 27 April 2012 lalu, saya mantap melakoni keinginan yang lama tertahan yaitu bersepeda ke kantor! Ya begitulah, maka setiap hari Jumat saya akan berangkat ke dan pulang dari kantor menunggangi si kuda kayuh. Dengan jarak tempuh pergi hanya 20 km pada jalan yang nyaris sempurna datar, saya membutuhkan waktu 45 menit semenjak meninggalkan rumah pukul 05.30. Tantangan terberat memang saat pulang karena jalan raya disesaki ratusan motor dan aneka truk (maklum, jalan yang saya lalui adalah jalan utama lintas Surabaya-Sidoarjo). Ya, kendati memang penuh resiko sebagaimana pernah saya ungkit pada tulisan lalu, tapi saya tetap bisa menemukan kesenangan saat saya membayangkan telah beramal baik bagi bumi atau syukur-syukur berpapasan dengan serombongan gadis-gadis cantik. Ada moment ketika saya asyik menggenjot menuju kantor, seorang cyclist mendahului saya sambil tersenyum dan menyapa, saya bisa rasakan bahwa kami punya spirit yang sama, ah alangkah indahnya. Baiklah, lain kali akan saya bagikan pemandangan rute yang saya lalui menuju dan meninggalkan kantor.
Ah seandainya 30% saja pegawai mau mengontheli sepedanya, tentu lingkungan kita lebih sehat dan sedap. Yuk mari bergabung dengan saya!
Bila mata ingin berbagi cerita




