Secuil perjalanan ke Tianjin, Tiongkok (not recommended)

Tanggal 17 hingga 21 Mei 2009 lalu aku diutus mengikuti seminar internasional tentang gas rumah kaca CO2, di kota Tianjin, Tiongkok. Antusiasme menyeruak jauh sebelum aku berangkat. Terbayang kota nan eksotik, dengan arsitektur kuno bercat merah dan pedestrian yang ramai dengan aneka jajanan (seperti gambaran film-film silat saja), serta perempuan-perempuan berkulit kuning cerah dengan senyum malu-malu. Tianjin juga terkenal dengan kisah Perang Boxer (Boxer Uprissing) di awal 1900-an melawan dominasi pengaruh negeri asing (Eropa dan Jepang) dan gerakan kristenisasi.

Pengurusan visa yang tak diduga sangat mudah dan cepat benar-benar menambah semangat ingin segera pergi ke sana. Kugenggam 2000 yuan RMB (yang ternyata masih sisa hampir 900 RMB), akhirnya dengan penerbangan Korean Airlines pagi, aku tiba di bandara Tianjin setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Seoul (serasa pergi ke bagian lain dari Korea, tapi ini sudah berada di mainland of China!).

Tak diduga tak dinyana…………..

Tianjin adalah kota metro-megapolitan baru laksana Jakarta! benar-benar sebuah keadaan yang bertolak belakang dengan impianku. Berikut ini fakta-fakta (tidak menyenangkan) yang aku alami dan lihat sebagai turis awam dan lugu.

1. Panas

2. Arsitektur pencakar langit menjulang dimana-mana

3. Pembangunan gedung dan apartemen dimana-mana

4. Polusi udara (fog = kabut tipis partikel debu yang sangat halus)

5. Jalan raya yang lebar dan lalu lintas dalam kota yang lumayan semrawut, kombinasi antara sepeda, mobil, dan motor

6. Penyebrang jalan yang sering tidak memperhatikan rambu

7. Sulitnya menemukan warung internet!

pencakar langit dan polusi

Namun kota Tianjin masih lebih baik dibanding Jakarta karena sistem transportasi massal yang lebih rapi dan agak mewah (termasuk bus umum yang menggunakan sistem pembayaran kartu isi ulang) serta fasilitas penunjuk jalan dalam bahasa Inggris! Sebagai bagian dari bangsa China, manusia-manusia Tianjin berperangai menyenangkan dan lumayan ramah terhadap orang asing.

sudut kota Tianjin

Bus stop

Sedemikian luasnya kota Tianjin membuatku tak sanggup menemukan obyek wisata yang menarik selain pertokoan dan shopping center dimana tak diduga aku menemukan Carefour dan membeli cadangan makanan pendukung di kala kelaparan di kamar hotel.

gerbang pertokoan dan rumah makan

Karena konferensi dilakukan di dalam kampus Tianjin, aku berkesempatan menyaksikan kehidupan kampus ala mahasiswa/i RRC……….bersepeda, kaos oblong, jeans, less make-up but pretty in nature, dan sportif (suka olah raga). Kemampuan bahasa Inggris?? well, some are good some are terrible……….terutama aksen mereka yang kental dipengaruhi bahasa China ………. seperti kumur-kumur air kendi.

Perlu aku ulas sedikit tentang mahasiswi kampus Tianjin (dan mungkin kebanyakan kampus lain di daratan Tiongkok), yaitu mereka tidak sesemarak (fashionable) dan tidak mewah dalam berdandan, mungkin karena budaya mungkin karena tidak mampu membeli atau mungkin tidak sempat………entahlah. Tapi jika kita bandingkan dengan gaya mahasiswi Korea (akan dikisahkan di lain waktu), kita akan langsung melihat jurang perbedaan yang besar.

gerbang kampus Tianjin

Danau Universitas tianjin

Jalan di areal univeristas Tianjin

Ada kisah unik, mungkin karena penampilanku sudah seperti orang Tiongkok dari dusun maka beberapa kali aku ditanya arah jalan (dalam bahasa China tentu saja). Saat aku hendak pulang dan menuju bandara, aku menumpang taksi yang ternyata pengemudinya seorang ibu berusia diatas 40 tahun dan masih menyisakan kecantikan di raut wajahnya. Berkali-kali aku sampaikan dalam bahasa Inggris bahwa aku ingin diantar menuju airport tapi dia tidak mengerti, akhirnya aku gambar sebuah pesawat terbang dan langsung dia tersenyum mengiyakan, wah !

Soal makan mungkin bakal menjadi masalah tersendiri karena berbeda dengan gaya menu chinese food tataran asia tenggara. Menu di daratan china banyak menggunakan minyak dan lemak.

jika mata ingin bicara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s